Senin, 23 November 2009

Kepolisian Diminta Gesit Uber Kasus Curanmor

Kota Bima, Bimeks.-
Aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang terjadi hampir setiap bulan di wilayah hukum Kepolisian Resort Kota (Polresta) Bima menyebabkan pemilik kendaraan keder. Mereka mendesak aparat bekerja maksimal dan memastikan pelaku Curanmor tertangkap.
Didin, warga Rabadompu, berharap aparat Kepolisian fokus dan segera menuntaskan sejumlah kasus Curanmor. Pasalnya, aksi “si panjang tangan” itu sudah kerap terjadi dan hampir tidak pernah absen setiap bulan. Terakhir, mencuri sepeda motor milik warga Rabadompu. “Terus terang kami resah Kota Bima saat ini benar-benar tidak aman,” ujar Didin di Rabadompu, Sabtu (21/11).
Didin mengaku, keluarganya beberapa waktu silam pernah menjadi korban Curanmor, bahkan nyaris menjadi incaran. Aksi itu tak sepenuhnya bisa dihindari oleh masyarakat tanpa kerja aparat Kepolisian mengusut tuntas jaringan Curanmor. “Rasa-rasanya Bima semakin tidak aman saja, sekitar tiga minggu lalu, motor Satpam rumah sakit yang kami dengar dicuri. Nah mestinya aparat bekerja maksimal bisa menunjukkan sebagai penganyom masyarakat dong,” katanya.
Bi’in, warga lainnya, meminta aparat agar tidak hanya bertindak represif terhadap pelanggaran lalulintas, namun menggenjot kinerja mengusut kasus Curanmor kerap terjadi setiap bulan. “Kami lihat kalau tidak ada kabar yang hilang motor, tidak ada razia yang intensif. Kalau ada yang hilang motor baru ada razia, sehari dua hari, sebagai pendatang saya sangat takut dengan keamanan di Bima ini,” ujar warga pendatang asal Jawa ini.
Dia mengaku, keluarga belum lama ini menjadi korban aksi Curanmor. Hal itu sudah dilaporkan kepada aparat Kepolisian, namun hingga kini belum berhasil diungkap.
Seperti dilansir Bimeks akhir bulan Oktober lalu, aksi Curanmor tercatat terjadi di parkir Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima menimpa petugas keamanan setempat. Hingga kini, pelakunya belum berhasil diungkap. Terakhir, kasus Curanmor terjadi di Rabadompu Barat. Pada bagian lain, pada hari yang sama aksi Curanmor juga terjadi di Kecamatan Wawo yang masih di wilayah hukum Polresta Bima.
Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskim) AKP Yuyan Priatmaja, SIK yang berusaha dikonfirmasi puluhan wartawan berkaitan dengan jumlah kasus Curanmor awal pekan lalu, tidak berhasil ditemui karena berada di luar Kota Bima. Sementaran Kaur Reskrim Polresta Bima, juga menolak membeberkan jumlah pasti kasus Curanmor dan yang belum berhasil diungkap aparat Kepolisian.
“Kami butuh waktu seminggu untuk mengumpulkan data Curanmor, berapa kasus yang belum berhasil diungkap, jadi tidak sembarangan bisa kami berikan,” ujarnya singkat. (BE.17)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar